Inilah Aku (this is me)

 

Inilah Aku (this is me), Aku lahir di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh sawah dan pinggiran laut. Kisah hidupku mungkin biasa saja sebagian orang, tapi bagiku, kisah ini penuh dengan Pelajaran dan perjuangan. Ayahku adalah seorang sopir truck dan sekaligus petani sederhana, sementara Ibuku adalah seorang guru SD dan berasal dari keluarga jurangan sepada yang cukup berada.

Dari kecil, aku selalu melihat perbedaan yang mencolok antara keluarga ayah dan ibu. Keluarga ayahku hidup sederhana. Setiap hari, ayah bekerja di ladang, bercocok tanam setelah sholat subuh berjamah dimesjid, setelah itu melanjutkan bekerja sopir truck yang penuh dedikasi. Keluarga kami tidak pernah kekurangan, tapi kami juga tidak hidup dalam kemewahan. Ayah mengajarkan kami nilai – nilai kerja keras dan ketulusan hati.

Disisi lain, keluarga ibuku hidup dalam kenyamanan dan penuh  kemewahan. Kakek adalah seorang juragan sepeda terkenal di daerah kami. Usaha sepedanya berkembang pesat, dan  keluarga ibu selalu hidup berkecukupan. Meskipun begitu, ibu selalu rendah hati dan tidak pernah memperlihatkan kemewahan dihadapan orang lain.

Pernikahan orang tuaku tidaklah mudah. Banyak yang meragukan hubungan mereka karena perbedaan status sosial. Namun, cinta mereka lebih kuat dari segala prasangka. Ibu selalu berkata, “Kekayaan bukanlah segalanya, yang penting adalah hati yang tulus dan cinta yang sejati.” Dengan Keyakinan itu, mereka menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh kasih sayang dan saling menghormati.

Aku tumbuh di antara dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, aku belajar tentang keteguhan hati dan kerja kerja keras dari ayahku. Disisi lain, aku belajar tentang kebaikan hati dan kerendahan hati dari ibuku. Kedua nilai ini bentuk kepribadianku dan cara pandangku terhadap kehidupan.

Ketika aku beranjak remaja, aku sering kali merasa bingung dengan identitas diriku. Apakah aku lebih mirip ayahku atau ibuku? Aku merasa terjebak di antara dua dunia yang berbeda. Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa aku tidak perlu memilih satu di antara keduanya. Aku adalah hasil perpaduan dari dua dunia ini, dan itulah yang membuatku unik.

Aku berusaha keras di sekolah, mengikuti jejak ayah dalam hal ketekunan dan dedikasi. Di waktu yang sama, aku juga berusaha untuk tetap rendah hati dan peduli terhadap seorang lain seperti yang diajarkan ibuku. Prestasiku disekolah cukup baik dari SMA hingga Kuliah, dan aku melanjutkan pendidikan tinggi disebuah Universitas Negeri yang berada di kota.

Di kota, aku menghadapi tantangan yang lebih besar. Namun, dengan bekal nilai – nilai yang diajarkan  oleh kedua orang tuaku, aku mampu menghadapi rintangan. Aku menyelesaikan pendidikan dengan hasil memuaskan dan mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang property di Ibukota Jakarta.

Kini, aku telah berhasil mencapai banyak hal dalam hidupku. Namun, aku tidak pernah melupakan akar dan asal – usulku. Aku jarang pulang ke desa minimal dalam setahun sekali, biasanya di moment “perayaan hari raya idul fitri” untuk mengunjungi ayah dan ibu, membantu ayah diladang, dan berbagi cerita tentang kehidupanku di kota. Aku juga sering mengunjungi ke kuburan kakek dan nenek untuk membersihakan dan memdoakannya.

Setiap kali aku pulang, aku merasa kembali ke akar kehidupanku. Inilah Aku (this is me), anak dari seorang Sopir truck sekaligus Petani dan Guru SD. Aku bangga dengan kedua orang tuaku dan semua yang diajarkan padaku. Inilah aku, perpaduan dari dua dunia yang berbeda, dan aku bersyukur atas segala yang telah membentuk diriku menjadi menjadi seperti sekarang.

Terima kasih Ayah, Ibu dan semuanya...!!!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Bangkit dari Luka : Perjalanan Agam Menuju Kemandirian dan Kesuksesan"

Perjalanan Sarjana Hukum Mencari Pekerjaan di Jakarta

"Kasus Pertama"